Dana CSR Perusahaan Di Indonesia Capai Rp10 Triliun/tahun

Forum CSR Kesejahteraan Sosial mengungkapkan dana “corporate social responsibility” atau tanggung jawab sosial perusahaan yang dialokasikan perusahaan swasta danĀ  badan usaha milik negara diperkirakan mencapai Rp10 triliun per tahun. Ketua Umum Forum CSR Kesejahteraan Sosial La Tofi di Jakarta, Sabtu, menyatakan alokasi dana CSR dari BUMN sebanyak Rp4 triliun per tahun sedangkan dari perusahaan swasta lebih tinggi yakni sekitar Rp6 triliun.

“Jumlah perusahaan di Indonesia saat ini sangat banyak namun yang memiliki kesadaran untuk mengalokasikan CSR baru sedikit,” katanya ketika menyampaikan rencana peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2012.

Menurut dia, ketimpangan ekonomi di masyarakat saat ini merupakan yang paling parah dimana berdasarkan data INDEP pada 2004 mencapai 0,33 namun naik menjadi 0,41 pada 2011.

Ketimpangan ini, lanjutnya, bisa dilihat dari banyaknya pengangguran dan penduduk miskin yang mana corporate social responsibilty merupakan mekanisme mengatasi ketimpangan ekonomi tersebut.

Dikatakannya, saat ini Forum CSR Kesejahteraan Sosial memiliki kepengurusan di tujuh provinsi yakni Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara dan Jawa Barat.

“Nantinya ditargetkan seluruh provinsi memiliki kepengurusan forum ini,” katanya.

Sementara saat ini di tingkat pusat sekitar 20 perusahaan tergabung dalam Forum CSR Kesejahteraan Sosial sedangkan khusus di Jateng mencapai 150 perusahaan.

La Tofi yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Panitia Pusat HKSN 2012 menyatakan, dalam peringatan HKSN tahun ini yang dipusatkan di Ternate Maluku Utara akan digelar CSR bersama dalam membangun kawasan Kepulauan Guraici.

Kepulauan Guraici yang merupakan kawasan wisata saat ini belum tergarap dengan baik, lanjutnya, sehingga nantinya akan dijadikan proyek CSR yakni dengan membangun SMK Pariwisata.

“Nantinya murid-murid SMK Pariwisata ini akan menjadi operator wisata di Kepulauan Guraici,” katanya.

Proyek CSR bersama ini, tambahnya, nantinya akan diperluas lagi dan diharapkan adanya dukungan dari Presiden sebagai kampanye nasional.

Sementara itu Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras menyatakan, dalam HKSN 2012 yang digelar 20 Desember mendatang akan dicanangkan Gerakan Kesetiakawanan Sosial Nasional.

Gerakan ini, menurut dia, dimaksudkan untuk menggalang gotong royong pemangku kepentingan di dalam negeri dalam mengatasi ketimpangan sosial yang terjadi.

“Kemiskinan bisa diatasi apabila yang kaya memberikan pertolongan. Masalahnya, kita saat ini kurang mengetahui adanya mekanisme di masyarakat untuk mengulurkan bantuan secara gotong-royong,” katanya.

Menurut dia, CSR Kesejahteraan Sosial difokuskan dalam kegiatan kesejahteraan sosial antara lain penanganan kemiskinan, keterlantaran dan ketunasosialan.

Saat ini, tambahnya, program yang paling banyak dipilih perusahaan dalam kegiatan CSR yakni pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan dan lain-lain.

Untuk pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat dan kesehatan, menurut dia, bisa mencapai 50 persen dari alokasi CSR. Sumber: antarakl.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*