Kadin Serahkan Bantuan Modal untuk UKM Daerah

Pelatihan Diklat Kewirausahaan -Lembaga pembiayaan yang dibentuk Kadin, Palapa Nusantara Berdikari, memberikan bantuan pinjaman modal kerja sebesar Rp 100 juta kepada pelaku UKM Jawa Barat, CV Citi Mandiri Agritech. Penyerahan bantuan itu disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, di Bandung, Rabu (11/9/2013). Sebelumnya, bantuan modal kerja telah diberikan pula kepada CV Palunesia Rattan, Palu, sebesar Rp 350 juta. Dan rencananya jumlah yang sama akan diberikan langsung kepada pelaku UKM Sumatera Utara, CV Tamita Takengon, di Medan, Kamis (12/9). Wakil ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P. Roeslani, mengatakan, kontribusi UKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar sehingga semua pihak harus melakukan upaya-upaya penguatan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.

Menurut Rosan, di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang sedang mengalami penurunan, terindikasi dari adanya berbagai permasalahan yang dialami seperti defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, hingga pelemahan nilai tukar rupiah, sektor UKM daerah sudah seharusnya kembali dapat menjadi andalan penopang perekonomian nasional.

“UKM bisa menjadi salah satu penopang ekonomi ketika krisis dan itu sudah terbukti. Karenanya penguatan UKM harus dilakukan agar bisa berkontribusi tidak hanya bagi penguatan ekonomi daerah saja, tetapi juga nasional,” ungkap Rosan.

Ia juga menilai, dengan potensi yang ada, masa depan Indonesia ada di daerah-daerah. Di tingkat daerah, kata dia, potensi demikian beragam mulai dari perkembangan pariwisata, pertambangan, pertanian hingga industri kecil-menengah, dan lain-lain. “Masing-masing daerah memiliki keunggulannya, kami harapkan pemerintah daerah juga bisa semakin menyadari dan mempraktekkan akan pentingnya kebijakan daerah yang business friendly.”

Untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sebagian besar pelaku UKM menemui kendala seperti minimnya dukungan pembiayaan karena aksesnya yang terbatas kepada lembaga perbankan. “Sebagian besar pelaku UKM dinilai masih belum bankable sehingga terkendala dalam akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha,” kata Rosan.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku UKM untuk bisa mengakses permodalan melalui lembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak terpaku pada perbankan saja. ”Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk lebih berkembang, salah satunya seperti UKM yang hari ini kami serahkan pinjaman modal kerja,” ujar dia.

Sementara itu, Komisaris CV Citi Mandiri Agritech, Jajat Sudrajat mengatakan, bantuan modal kerja dari Palapa Nusantara dapat membantu pemberdayaan masyarakat, khususnya para petani yang melakukan pengembangan budidaya Jamur. “Kami sangat mengapresiasi atas bantuan modal kerja seperti ini,” tutur dia.

Pihaknya berharap, keterampilan para petani melalui penerapan ilmu dan teknologi di bidang pertanian serta tambahan modal kerja yang diberikan, produktivitasnya dapat terus meningkat. “Pengembangan kewirausahaan agribisnis juga terus kami tumbuhkan di kalangan masyarakat, khususnya petani budidaya jamur agar termotivasi untuk meningkatkan kesejahteraan sejalan dengan tingkat produktivitas yang kami harapkan bisa meningkat,” kata Jajat. (EVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*