Kadin Usulkan Pembentukan Badan Koordinasi Ekonomi Kreatif

MICEPelatihan Ekonomi Kreatif | Diklat Industri Kreatif – Rencana pemerintah untuk membentuk badan khusus yang akan menangani ekonomi kreatif akhirnya dapat dipahami oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Kreatif dan MICE (Meeting, Incentive Travels, Convention, Exhibition).Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif dan MICE Budyarto Linggowiyono mengatakan, bentuk Badan dalam pemerintahan sesungguhnya akan lebih fokus dan operasional ketimbang Kementerian. Kendati demikian hal yang terkait dengan kebijakan akan tetap dapat diperjuangkan seiring dengan tuntutan dan dinamika yang berkembang, sesuai ruang lingkup yang ditangani oleh Badan tersebut.

“Mengingat Badan lebih cenderung menangani hal yang bersifat operasional maka segala persoalan yang ada seyogyanya sudah dapat dipetakan secara jelas dan sudah ada solusi untuk penanganannya. Sesungguhnya itulah gambaran yang sekarang ada di lingkup industri kreatif dan MICE. Kita tinggal melaksanakan dan menyelesaikan persoalan yang ada sesuai dengan program yang ada saat ini serta perlu ditetapkan prioritas penanganannya,” katanya dalam siaran pers, Selasa (18/11).

Namun demikian, terkait dengan rencana pembentukan Badan ini, Kadin Indonesia mengingatkan agar strukturnya mampu mengakomodasi seluruh sektor kegiatan yang akan ditangani, agar Badan ini mampu berfungsi sesuai dengan amanah yang diemban. Untuk ini, Kadin Indonesia mengusulkan rancangan dari struktur Badan tersebut sebagai bahan pertimbangan pemerintah.

Usulan struktur Badan Koordinasi Pengembangan Ekonomi Kreatif (BKP-Ekraf) ini sesuai dengan visi ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru Indonesa menuju 2025 sebagai negara yang mandiri, maju, adil dan makmur, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam percaturan industri kreatif global.

“Setidaknya ada tiga tujuan utama usulan pendirian Badan ini, pertama, melipat-gandakan jumlah intellectual property (IP) dan brand yang dimiliki Indonesia, kedua, meningkatkan kuantitas dan kualitas creativepreneur dan penyerapan tenaga kerja kreatif, dan ketiga, mendorong peningkatan investasi di bidang industri kreatif” katanya.

Struktur badan ini, dijelaskannya, merupakan kombinasi antara pendekatan berdasarkan divisi sektoral dan fungsional. BKP-Ekraf sifatnya ramping tetapi melingkupi bidang-bidang ekonomi kreatif yang sangat luas. Oleh karena itu struktur organisasi badan ini haruslah kaya fungsi tetapi cukup ramping, dengan demikian mampu menjangkau cakupan ekonomi kreatif yang luas tetapi cukup efisien dalam operasionalisasi di lapangan.

Menurutnya, kebutuhan pelaku usaha secara fungsional seperti pembiayaan, pemasaran, pengembangan teknologi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan dukungan proses produksi dan bahkan advokasi dapat terlayani oleh badan ini.

Di lain pihak, lanjut dia, kebutuhan-kebutuhan yang lebih spesifik yang diperlukan kelompok-kelompok ekonomi kreatif berdasarkan kesamaan dan kedekatan sifat usahanya juga terakomodir secara memadai dalam struktur organisasi ini. Koordinasi antar Deputi dan eselon-eselon yang ada di bawahnya dengan Deputi lain bersama eselon di bawahnya sangat menentukan efektivitas kerja badan.

“Organisasi ini juga menghindarkan egosektoral, karena keberhasilan hanya bisa dicapai dengan kerja bersama. Namun demikian komunikasi dan kerja sama antara satu divisi dengan divisi lain mutlak diperlukan, karena keberhasilan ditentukan oleh berjalannya semua fungsi. Kita menghindarkan pembagian divisi secara sektoral, karena sangat besar dan costly, dan bahkan bisa menimbulkan tumpang tindih yang tidak seharusnya,” tambah Budyarto.

Dengan demikian, keberadaan Badan diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan memberikan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi para pelaku industri kreatif dari 18 subsektor yang meliputi: arsitektur, desain, film, video, fotografi, kuliner, kerajinan, mode, musik, penerbitan, permainan interaktif, periklanan, penelitian dan pengembangan, seni rupa, seni pertunjukan, teknologi informasi, televisi dan radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*