Kerjasama dengan BANDIKLAT DIY selenggarakan Diklat Pengembangan Karakter PNS Melalui Budaya Satriya Yogyakarta

Sebagai manifestasi keistimewaan DIY, diselenggarakan diklat pengembangan karakter PNS melalui budaya satriya bekerjasama dengan Badan DIklat DIY dan PT. Kirana Adhirajasa Indonesia. Kegiatan ini mengambil lokasi di Bandiklat DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Adapun peserta pelatihan atau diklat adalah para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Daerah DIY yang menjadi panutan dan tuntunan bawahannya berjumlah 50 orang dan dilaksanakan pada bulan November 2013 yang lalu. Budaya Jawa sudah dikenal sebagai budaya adiluhung. Budaya Jawa bagi Pemerintah Daerah DIY diejawantahkan ke dalam budaya organisiasi yang dikenal dengan nama Budaya Pemerintahan Satriya. “Opini yang berkembang luas di masyarakat terhadap PNS yaitu bahwa mereka korup, malas, tidak produktif, etos kerja yang rendah, kurang mampu memberikan pelayanan publik dan sebagainya, sehingga memunculkan kebutuhan akan reformasi/perubahan pola pikir yang berorientasi pada pelayanan publik dan peningkatan budaya kerja”. Demikian sambutan Kepala Badan Diklat DIY Drs. Umar Priyono, M.Pd, dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Kabid Pengembangan Badan Diklat DIY, Herwanto, S.H, M.M, dalam acara Pembukaan Diklat Pengembangan Karakter PNS Melalui Budaya Satriya Yogyakarta Angkatan I dan II Pemerintah DIY, di Badan Diklat DIY Gunungsempu, Bantul, pada hari Kamis (21/11).

Drs. Umar Priyono, M.Pd menambahkan bahwa salah satu upaya dalam peningkatan SDM aparatur adalah melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat). Di dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil disebutkan bahwa pelaksanaan Diklat Aparatur merupakan bagian integral dari Pendayagunaan Aparatur Negara. Oleh karena itu, diklat harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja di lingkungan kerjanya. Selain itu, diklat diharapkan pula mampu menjadi ajang pengembangan karakter PNS agar menjadi lebih baik.

 Budaya Pemerintahan yang telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur No. 72 tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di DIY adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam mencapai keberhasilan transformasi birokrasi, yang berbasiskan pada misi-misi kearifan lokal DIY yaitu filosofi Hamemayu Hayuning Bawana dan ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh serta dengan semangat golong gilig.

Kekhasan bidang pemerintahan Satriya ini perlu dimiliki oleh setiap PNS di lingkungan Pemda DIY dan Pemda Kabupaten/Kota se-DIY, dalam artian tidak sekedar mengetahui, tetapi juga meresapi, memahami, dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur Budaya Pemerintahan Satriya ke dalam diri masing-masing. Dengan adanya diklat ini diharapkan bahwa karakter PNS di DIY akan berkembang menjadi aparatur yang mampu menerapkan asas umum pemerintahan negara yang baik, menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan, norma hukum, serta mampu mewujudkan penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme, tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan pembelajaran materi terkait Pengembangan Karakter PNS Melalui Budaya Satriya Yogyakarta yang dipandu oleh Tirun Marwito, S.H. Diklat ini menjadi penting budaya Jawa sudah dikenal sebagai budaya yang adiluhung. Segala aspek kebudayaan Jawa telah menjadi tuntunan, pedoman kehidupan orang Jawa. Keberadaan budaya Jawa sendiri dari waktu ke waktu selalu mendapat tantangan serta pengaruh dari kebudayaan luar. Pengaruh budaya luar ini, dimulai sewaktu orang Jawa belum begitu mengenal peradaban yang wajar, berangsur-angsur mulai dari kedatangan agama Hindu, agama Budha, agama Islam dan agama Nasrani. Salah satu provinsi di Indonesia yang masih melestarikan Budaya Jawa adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (HUMAS DIY disesuaikan ADMIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*