Kolaborasi Microsoft-UID Kembangkan Ekonomi Kreatif

Pelatihan Diklat Kewirausahaan-United in Diversity (UID) Forum dan Microsoft Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama mengembangkan Pusat Teknologi dan Inovasi di Creative Campus UID yang baru saja diumumkan di Bali, Indonesia. Melalui MoU tersebut, baik UID dan Microsoft akan menggabungkan kekuatan untuk meningkatkan pembelajaran, kreativitas, kewirausahaan, dan ketenagakerjaan di Indonesia. Campus Creative UID akan memberdayakan lulusannya dengan pelatihan, keterampilan, dan sumber daya untuk mengeluarkan kreativitas mereka dan membantu mereka berinovasi, sehingga bisa berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. UID sendiri adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2003 untuk melayani platform pendidikan dan untuk bertindak sebagai katalis untuk membangun kepercayaan dan kerja sama antar bisnis, sektor publik, dan masyarakat sipil untuk kemajuan Indonesia.

“Dari sudut pandang daya saing nasional, Indonesia telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir berkat pembangunan infrastruktur yang luas. Namun, saya percaya bahwa teknologi, inovasi, dan berpikir secara kreatif adalah katalis yang akan mendorong Indonesia untuk menjadi negara maju. Kemitraan ini merupakan langkah besar ke depan untuk mewujudkannya, dan saya menghargai kelanjutan investasi Microsoft dalam mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, di Bali, Senin (7/10/2013).

MoU tersebut merupakan komitmen lima tahun pertama dari Microsoft untuk Creative Campus UID, yang akan memberikan kontribusi berupa teknologi yang mutakhir, perangkat dan software, serta dukungan lainnya, dalam bentuk yang disediakan oleh karyawan Microsoft sebagai pemimpin industri dalam bidangnya masing-masing .

“Indonesia sedang berada pada titik puncak dari sebuah lompatan besar menuju negara ekonomi berbasis pengetahuan, dan kami percaya bahwa kerja sama sektor publik dengan swasta di Indonesia dalam bidang pendidikan adalah prioritas utama, yang akan mendorong daya saing negara di wilayah tersebut,” ujar Andreas Diantoro, Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Dalam Global Competitiveness Report yang dirilis oleh World Economic Forum pada bulan September 2013, Indonesia melonjak 12 peringkat ke peringkat 38, terutama karena perbaikan infrastruktur. Kesiapan teknologi negara juga meningkat sebesar 10 peringkat, tetapi penggunaan teknologi oleh penduduk pada umumnya masih relatif rendah. Karena itu, dia mengatakan, “Microsoft berkomitmen pada bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, dan kami sangat bersemangat untuk berkolaborasi pada kegiatan yang akan membantu menciptakan tenaga kerja yang lebih inovatif di Indonesia.”

Dengan landasan budaya yang kaya, warisan, dan tradisi Indonesia, Creative Campus UID akan membantu siswa lokal dan asing membangun keterampilan nyata untuk inovasi, kewirausahaan, dan ketenagakerjaan. Ini akan melatih siswa pada bidang retail dan jasa, teknologi, seni kuliner, iklan, fashion, musik, desain produk, media, kepemimpinan, bahasa, dan bidang studi lain. Kampus ini juga akan menumbuhkan budaya start-up, dan mendorong siswa untuk beranjak dari ide-ide kreatif menuju ke arah komersialisasi dan scaling.

“Kemitraan dengan para pemimpin industri seperti Microsoft sangat penting dalam memastikan bahwa Creative Campus merupakan kunci pendorong dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tidak hanya Microsoft memiliki keahlian teknologi dan pengalaman industri, namun juga ekosistem mitra yang tak tertandingi yang menawarkan kesempatan bagi siswa kami untuk memiliki hubungan bisnis secara langsung,” sebut Jatna Supriatna, CEO of United in Diversity.

Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani di Konferensi Internasional tentang Pembangunan Berkelanjutan 2013 di Bali, Microsoft akan membawa pengalaman yang luas pada pengembangan program di bidang keterampilan dan pengembangan tenaga kerja, inovasi, dan kemitraan industri.

BizSpark, salah satu program Microsoft, menyediakan perangkat lunak dan alat gratis bagi start-up, dan sebanyak 162 start-up di Indonesia telah menjadi anggota. Microsoft Innovation Center (MIC) juga terdapat di Creative Campus – keenam pusat tersebut yang ada di Indonesia, telah bergabung dengan 13 pusat lain yang ada di Asia dan lebih dari 100 di seluruh dunia. Pusat Inovasi Microsoft merupakan fasilitas teknologi canggih untuk kolaborasi pada riset inovatif, teknologi atau solusi perangkat lunak, menawarkan seperangkat program dan layanan untuk mendorong inovasi dan mendorong ekonomi pengembangan software lokal yang berkelanjutan.

Selain itu, Microsoft juga akan melengkapi Creative Campus dengan perangkat lunak dan keras terbaru, termasuk Tablet Windows 8.1, Office 365, Windows Azure, serta pengembangan perangkat yang canggih.

Astrid Tuminez, Regional Director of Legal Corporate Affairs at Microsoft Asia Pacific, pun mengatakan, “Harapan saya bahwa Creative Campus di Bali akan menjadi mercusuar bagi negara-negara lain di ASEAN, dan menunjukkan bahwa kemitraan yang tepat antara pemerintah, LSM, dan sektor swasta dapat menjadi katalis untuk inovasi lokal.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*