Pagelaran Fashion Show Wearable Art

wearable art1PT. Kirana Adhirajasa Indonesia bekerjasama dengan Radmila Samitra Mandiri dan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Yogyakarta selenggarakan Event  Pagelaran Fashion Show Wearable Art. Penyelenggaraan pagelaran Fashion Show wearable art ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2015 bertempat di Hotel Harper Mangkubumi, Jalan Margoutomo No. 131 Yogyakarta.   Kegiatan penyelenggaraan wearable art merupakan bentuk implementasi dari kajian wearable art yang telah disusun oleh PT. Kirana Adhirajasa Indonesia bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta dengan Judul Wearable Art, inspirasi dari Jogja . Penyelenggaraan wearable art ini  mengusung tema SIMULACRA. Sesuai dengan maksudnya, wearable art sebagai bentuk upaya dalam mengembangkan seni budaya Yogyakarta serta untuk menyatukan dan menjembatan iwilayah budaya, tradisi, budaya populer, dan seni/kesenian. Melalui SIMULACRA konsep wearable art dikemas secara nyata dan apik dengan menampilkan aspek-aspek tradisi, inspirasi, eksplorasi, kolaborasi, dan eksperimentasi.

Acara dibuka dengan sambutan dari  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta yang dibacakan oleh Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Ibu Yetty Martanti, S.Sos., MM. Pada sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa penyelenggaraan wearable art tersebut dapat menjadi inspirasi dari Yogyakarta yang dapat mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta sektor ekonomi kreatif.

Rangkaian pagelaran diawali dengan pengenalan wearable art oleh Ninik Maharani dari N Workshop selaku perancang busana. Selanjutnya pembacaan puisi oleh seniman Bedjo sebagai pengantar masuk ke dalam tema acara. Tidak hanya itu saja, untuk membangun nuansa juga dipertunjukan prosesi tari kontemporer oleh seorang penari.

Peragaan wearable art dimulai dengan tampilnya lima buah karya dihadapan tamu undangan. Total yang ditampilkan sebanyak 35 karya. Wearable art yang diperagakan pada sesi tersebut menggunakan material alam namun dapat disusun secara apik dengan kombinasi teknik desaining, painting dan printing. Selanjutnya sesi pagelaran selanjunya menampilkan sepuluh karya busana dihadapan undangan. Sesi terakhir dilakukan parade oleh keseluruh model yang membawakan karya wearable art.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*