Pasar Tradisional Berubah Jadi Tempat Kos

Dua pasar tradisional di Kota Bandung diindikasikan berubah fungsi menjadi tempat kos atau tempat tinggal sewa. Dua pasar tersebut, yakni Pasar Kebon Sirih dan Pasar Gempol. Direktur Utama PD Pasar, Rinal Siswadi, menegaskan akan melakukan penataan ulang dan penertiban kepemilikan lapak di kedua pasar tersebut. Selain menjadi tempat tinggal, kata Rinal, banyak juga kios yang berubah fungsi menjadi gudang. Ia mengatakan PD Pasar akan memeriksa Surat Pemakaian Tempat Berjualan (SPTB) para pedagang. Menurut Rinal, jika diketahui SPTB sudah kadaluarsa atau ada alih fungsi lahan, akan ditarik haknya. Selain melakukan pembenahan pasar-pasar yang beralih fungsi, kata Rinal, PD Pasar juga tengah merancang detailed engineering design (DED) revitalisasi untuk empat pasar tradisional pada tahun 2014 nanti.  Rinal mengatakan anggaran yang disiapkan 3 hingga 4 miliar rupiah.

“Sekarang yang sedang disiapkan itu, Pasar Buahbatu, Pasar Gegerkalong, Pasar Kosambi dan Pasar Simpang Dago,” ujar Rinal saat dihubungi Tribun, Selasa (31/12/2013).

Pasar-pasar lainnya, seperti Pasar Sarijadi, DED sudah siap, namun terkendala ketersediaan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).

“Pasar Sarijadi memang belum terealisasi karena kendala TPPS tidak ada. Di Pasar Gegerkalong TPPS sudah ada. Jadi kemungkinan antara Sarijadi dan Gegerkalong, mana yang duluan memungkinkan untuk TPPSnya,” tutur Rinal.

Pembangunan Pasar Buahbatu tidak perlu mengadakan TPPS untuk para pedagang. Selama ini pedagang di sana berjualan di pinggir jalan, sementara Pasar Buahbatu masih berupa lahan kosong. TPPS untuk Pasar Gegerkalong, berada di sekitar pasar tersebut.

“Kalau di Pasar Gegerkalong, pedagang sudah eksis. Jadi kalau kami mau revitalisasi, mau tidak mau pedagang harus dialihkan dulu ke TPPS,” kata Rinal.

Revitalisasi untuk Pasar Kosambi, Rinal katakan PD Pasar akan minta pengecekan dari ahli konstruksi terlebih dulu. Pengecekan terkait kelayakan dan umur konstruksi bangunan. Jika umur konstruksi sudah tidak memungkinkan, maka PD Pasar harus melakukan pembangunan ulang.

Ada rencana juga dari pemerintahan kewilayahan untuk memasukkan pedagang kaki lima (PKL) ke dalam Pasar Kosambi. “Ada wacana seperti itu, tapi kami masih tunggu kebijakan dari Ketua Satgasus,” ujar Rinal. Ketua Satgasus Penertiban PKL, yakni Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Pra-desain untuk empat pasar yang akan direvitalisasi sudah disiapkan oleh PD Pasar. Rinal mengatakan, akan memaparkan pra-desain ke Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Konsep revitalisasi lebih ke arah pasar sehat.

“Kami juga akan kembangkan pasar tematik dan pasar kreatif. Kalau soal wifi di pasar, sudah kami canangkan dari 2012. Kami sudah kerjasama dengan Telkom. Nanti revitalisasi selesai, wifi sudah ada,” ujar Rinal. (bb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*