Pengembangan Wisata Kabupaten Blora Mengarah Kepada Minat Khusus

hutan randubaltung RIPPDA BLORADalam diskusi dalam rangka ekspose Laporan Akhir RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) yang dilaksanakan dilaksanakan tanggal 17 Desember 2014 di Ruang Rapat Bappeda Blora yang dihadiri Dinas DPPKA, BAPPEDA, Perum perhutani serta stakeholder pariwisata (PHRI, HPI, ASITA) dan Tim Penyusun (konsultan Pariwisata) RIPPDA Blora dari PT. Kirana Adhirajasa Indonesia. Dinyatakan bahwa Blora memiliki potensi wisata yang besar terutama untuk wisata yang berbasis foresty serta budaya. Untuk mengembangkan pariwisata diharapkan memulainya dari pengembangan ekowisata dan wisata pedesaan. Hal ini dikarenakan investasi yang dibutuhkan untuk jenis wisata ini tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan untuk mengembangkan jenis wisata lainnya.

Selain itu, dari dokumen RIPPDA yang disusun oleh PT. Kirana Adhirajasa Indonesia dijabarkan terdapat 3 Kawasan Pengembangan Pariwisata yang masing-masing KPP memiliki kekuatan potensi wisata yang berbeda-beda. Untuk KPP Tenggara di kecamatan Cepu, sedang KPP Tengah berpusat di kecamatan Blora dan KPP Barat Laut di Kecamatan Todanan. Untuk mengembangkan KPP ini faktor akses menjadi perhatian khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*