Hari Tuberkulosis Sedunia 2023

Hari Tuberkulosis Sedunia 2023

Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Hari ini digunakan sebagai pendorong untuk menarik perhatian pada epidemi tuberkulosis global. Hari Tuberkulosis Sedunia juga dikenang sebagai pemberantasan penyakit yang menyerang paru-paru. Tahun ini, peringatan global mengangkat tema Invest to End TB, sedangkan di Indonesia sejalan dengan slogan TOSS TB Find Tuberculosis, Treat Sampai Sembuh (TOSS TB) dengan tema nasional Invest to End Eliminate TB “Save the Nation”.

Terdapat 3 (tiga) subtema yaitu, pertama, “Tes TB sekarang untuk masa depan yang lebih sehat” yang berfokus pada investigasi dan penemuan kasus, kedua, “Pencegahan TB dengan memberikan terapi pencegahan TB”, yang berfokus pada pemberian pencegahan Pengukuran. dan ketiga, “Menyatukan Tekad, Memperkuat Inovasi, Memberantas TB”, yang menitikberatkan pada pelibatan berbagai sektor dalam memerangi TB. Berinvestasi dalam keuangan akhir TB dalam pendanaan program sangat penting untuk dipertimbangkan, tetapi berinvestasi dalam bentuk lain, seperti B. kerja keras, dedikasi, tekad, tenaga, waktu dalam memerangi TB sama pentingnya dengan investasi keuangan. Semoga semua pihak yang terlibat bergerak dan memahami pentingnya investasi sekecil apapun dalam memerangi tuberkulosis,” ujar CEO P2P, dalam keterangannya bahwa “TB adalah masalah semua pihak. Artinya Kemenkes tidak bekerja sendiri untuk memberantas TB,” ujarnya. Selain Perpres No 67 Tahun 2021 untuk meningkatkan akses layanan TB berkualitas dengan melibatkan program dan sektor, penguatan jaringan internal dan eksternal layanan TB dalam layanan kesehatan dan melibatkan sektor swasta, kita harus berinovasi dalam penanganan TB dengan: Memanfaatkan peluang dari investasi layanan TB COVID-19-19 ke layanan kesehatan. dan menerapkan 3T untuk menguji, melacak, dan mengobati tuberkulosis komunitas untuk COVID-19. Selain itu, kita harus berinovasi dengan teknologi dan menerapkan penerapan TB skala besar melalui transformasi digital yang cepat dan adaptif. Keberadaan Perpres ini dapat mendorong dan mempercepat dukungan multipihak yang lebih luas dari pemerintah pusat hingga daerah/kota. Berinvestasi dalam tuberkulosis bukan hanya investasi finansial, tetapi juga waktu, energi, akal sehat, dan semangat untuk tujuan memberantas tuberkulosis pada tahun 2030.

Berbagai kontak hadir dalam acara di Hotel Ayana Jakarta, salah satunya menghadirkan Agus Rachmanto selaku Wakil Direktur Kementerian Kesehatan RI yang memaparkan rencana pengembangan surveilans tuberkulosis dan penggunaan aplikasi kesehatan untuk warga. untuk pasien yang menyesuaikan aplikasi PeduliLindendi untuk memberikan pasien TB berbagai manfaat seperti: Memantau kepatuhan minum obat dan pengingat jadwal minum obat, pemeriksaan dahak, dll. (sst) dan dalam rangkaian acara ini dari kemenkes mempercayakan PT. Kirana Adhirajasa Indonesia untuk menjadi EO di acara ini.

Untuk informasi kerjasama serta Pelatihan dapat menghubungi Admin Kami di nomer 0812-3299-9470

Add a Comment

Your email address will not be published.